Sutradara : Tootoots Leyesa
Whisper of the Flesh mengisahkan tentang seorang wanita yang tengah bergulat dengan rasa frustrasi seksual dalam hidupnya yang monoton. Merasa kehilangan gairah dan keintiman, ia memutuskan untuk membeli sebuah meja rias antik yang membawa nuansa misterius dan berbeda dari segala sesuatu yang pernah ia miliki sebelumnya. Meja rias tersebut bukan sekadar furnitur biasa, melainkan menjadi pintu gerbang ke dalam dunia fantasi erotis yang selama ini tersembunyi dalam pikirannya. Seiring waktu, meja rias itu mulai berperan sebagai teman tak terduga dalam perjalanan penemuan diri sang wanita. Lewat interaksi yang unik dan penuh makna dengan meja tersebut, ia mulai membuka kembali sisi-sisi yang selama ini terpendam dari dirinya, menantang batasan-batasan yang selama ini membelenggunya. Namun, keintiman yang terjalin dengan benda antik itu juga membawa konflik batin yang mendalam, karena ia harus menghadapi kerinduan dan keinginan yang selama ini ia pendam, sekaligus mempertanyakan realitas dan fantasi yang mulai kabur. Dalam pergulatan antara kenyataan dan dunia imajinasi, sang wanita berusaha menemukan keseimbangan antara kebutuhan emosional dan fisik yang kompleks. Whisper of the Flesh menggambarkan perjalanan emosional yang intens dan penuh simbolisme, di mana sebuah benda sederhana mampu mengubah cara pandang seseorang terhadap dirinya sendiri dan kehidupan cintanya. Dengan ketegangan yang mengalir halus, film ini mengajak penonton menyelami dinamika keintiman, kesepian, dan pencarian akan kebebasan dalam ruang yang tak terduga.