Boyfriend on Demand mengisahkan tentang seorang seniman webtoon bernama Maya yang tengah mengalami kebuntuan kreatif dan kelelahan akibat tekanan pekerjaan serta kehidupan pribadinya yang rumit. Dalam upayanya mencari pelarian dari stres yang menumpuk, Maya menemukan sebuah layanan kencan virtual unik yang menawarkan pengalaman berlangganan untuk bertemu dengan berbagai pasangan ideal yang dirancang khusus sesuai keinginannya. Dengan harapan menemukan kebahagiaan dan inspirasi baru, Maya mulai menjelajahi dunia digital yang memadukan fantasi romantis dengan realitasnya yang menuntut. Seiring Maya semakin dalam terlibat dengan layanan kencan virtual tersebut, batas antara kenyataan dan dunia maya mulai kabur. Hubungan maya yang awalnya terasa menyenangkan berubah menjadi kompleks ketika Maya menghadapi dilema antara keinginan hatinya dan realitas yang harus dihadapi. Dinamika antara Maya dan para "pasangan virtual"nya membuka berbagai konflik emosional yang menantang pemahamannya tentang cinta, kepercayaan, dan identitas diri. Maya harus menentukan apakah ia akan terus terjebak dalam dunia digital yang memikat atau menghadapi kenyataan hidup yang penuh tantangan. Ketegangan dalam cerita ini berpusat pada bagaimana Maya mengelola tekanan antara kehidupan nyata dan fantasi digital yang semakin memengaruhi kesehariannya. Dengan latar belakang dunia seni dan teknologi, film ini menggali tema tentang pencarian kebahagiaan, arti hubungan sejati, serta konsekuensi dari ketergantungan pada dunia maya dalam menjalin ikatan emosional. Maya dihadapkan pada pilihan sulit yang akan menentukan masa depannya, baik sebagai seniman maupun sebagai individu yang mencari cinta dan makna dalam kehidupannya.