Love Through a Prism — S1E9
Love Through A Prism: Anime Romantis WIT Studio yang Menggambarkan Cinta, Seni, dan Realitas Hidup Love Through A Prism (Purizumu Rondo) adalah anime drama romantis terbaru dari WIT Studio yang menghadirkan kisah cinta penuh emosi dengan pendekatan yang lebih dewasa dan realistis. Berlatar awal abad ke-20, anime ini mengikuti perjalanan Lili Ichijouin, seorang perempuan muda asal Jepang yang pergi ke London demi mengejar mimpinya di dunia seni. Namun, Love Through A Prism bukan sekadar kisah romansa biasa. Serial ini menggambarkan bagaimana cinta, ambisi, persahabatan, dan tekanan sosial saling bertabrakan dalam kehidupan nyata. Kisah tentang Cinta yang Tidak Berdiri Sendiri Dalam banyak cerita romantis, hubungan asmara sering digambarkan sebagai pusat kehidupan. Love Through A Prism mengambil arah berbeda. Romansa memang penting, tetapi bukan satu-satunya tujuan hidup para karakternya. Lili dan rekan-rekan mahasiswa seni di Akademi Saint Thomas tetap memprioritaskan impian dan tanggung jawab mereka. Hubungan yang tumbuh di antara mereka tidak pernah menghapus ambisi pribadi, melainkan berjalan berdampingan—kadang saling mendukung, kadang saling menguji. Pendekatan ini membuat cerita terasa lebih autentik dan dekat dengan realitas. Lili Ichijouin dan Kit: Romansa yang Penuh Nuansa Fokus utama cerita berada pada hubungan antara Lili Ichijouin (disuarakan oleh Atsumi Tanezaki) dan Kit (disuarakan oleh Kōki Uchiyama), murid berbakat sekaligus bangsawan terpandang di akademi tersebut. Kit adalah sosok jenius seni, namun ironisnya sangat canggung dalam urusan sosial. Sebagai anak bangsawan, ia diharapkan memahami etiket dan norma masyarakat kelas atas, tetapi justru sering gagal membaca perasaan orang lain. Niat baiknya kerap berujung pada konflik—terutama dengan Lili. Di sisi lain, Lili bukan tanpa cela. Ia terbiasa memendam perasaan dan mengekspresikan emosinya melalui kata-kata tajam, alih-alih membuka diri dan menunjukkan kerentanannya. Kombinasi dua kepribadian ini menciptakan hubungan yang frustrating, namun sangat manusiawi. Kesalahpahaman demi kesalahpahaman terasa masuk akal, karena berasal dari ketidaksempurnaan karakter, bukan konflik yang dipaksakan. Kritik Sosial tentang Kelas dan Status Sebagai anime berlatar Eropa awal abad ke-20, Love Through A Prism juga menyentuh isu kelas sosial dan status bangsawan. Posisi Kit sebagai aristokrat membuka konflik yang lebih luas—ekspektasi keluarga, tekanan sosial, dan jarak emosional yang tidak mudah dijembatani oleh cinta semata. Serial ini menunjukkan bahwa cinta tidak selalu cukup untuk melawan struktur sosial yang mengakar kuat. Karakter Pendukung yang Hidup dan Bermakna Kekuatan lain Love Through A Prism terletak pada karakter pendukungnya. Profesor Brant, sosok mentor yang tegas namun penuh empati, menjadi figur penting dalam perkembangan para mahasiswa. Namun, sorotan utama jatuh pada Dorothy, sahabat Lili yang ceria dan rasional. Dorothy sering bertindak sebagai “suara penonton”, mengingatkan bahwa ketertarikan saja tidak cukup untuk mempertahankan hubungan. Kehadirannya menyeimbangkan emosi Lili dan memberi fondasi realistis pada cerita. Visual Artistik Khas WIT Studio Secara visual, Love Through A Prism adalah karya yang memanjakan mata. Animasi halus, detail pergerakan kain, cahaya matahari, hingga partikel debu di udara menciptakan dunia yang terasa hidup. Latar pedesaan Inggris digambarkan layaknya lukisan bergerak—setiap padang rumput dan cakrawala terasa seperti karya seni. Dunia dalam anime ini bukan sekadar latar, melainkan bagian dari narasi itu sendiri. Salah satu keputusan artistik paling kuat adalah penggunaan warna hitam-putih pada titik terendah kehidupan Lili. Hilangnya warna mencerminkan kekosongan emosional yang ia rasakan, membuat penonton ikut tenggelam dalam perspektifnya. Meski begitu, ada beberapa momen di mana perpaduan gaya lukisan dan animasi karakter terasa kurang menyatu, menciptakan kesan seperti layar hijau. Untungnya, hal ini tidak cukup besar untuk merusak pengalaman secara keseluruhan. Kekurangan di Alur Akhir Cerita Satu-satunya kelemahan signifikan dari Love Through A Prism muncul di beberapa episode terakhir. Sebuah konflik penting diperkenalkan setelah lompatan waktu, namun segera diselesaikan tanpa pengembangan yang cukup. Padahal, jika diberi ruang lebih luas, konflik tersebut berpotensi memperkuat klimaks cerita. Untungnya, ketidakteraturan ini hanya menjadi noda kecil dalam narasi yang secara keseluruhan tersusun rapi dan matang. Kesimpulan: Kisah Cinta yang Dewasa dan Berkelas Love Through A Prism adalah anime romantis yang berhasil menyeimbangkan cinta dengan ambisi, persahabatan, dan realitas sosial. Karakter yang kompleks, visual artistik yang memukau, serta pendekatan naratif yang dewasa menjadikannya tontonan yang berkesan. Ini adalah kisah tentang bagaimana cinta bukan tujuan akhir, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang lebih besar.





