Director : Han Yan
Per Aspera Ad Astra membawa penonton ke masa depan yang tidak terlalu jauh, di mana teknologi telah mencapai puncaknya dengan hadirnya "Good Dreams", sebuah inovasi realitas mimpi virtual yang memungkinkan penggunanya untuk hidup dan menjelajahi dunia yang sepenuhnya diciptakan oleh imajinasi mereka sendiri. Tokoh utama dalam cerita ini adalah seorang ahli teknologi muda yang terlibat langsung dalam pengembangan dan pengawasan sistem ini. Ia percaya bahwa "Good Dreams" dapat menjadi pelarian sempurna dari realitas yang keras dan penuh tekanan, serta membuka kesempatan bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan sejati melalui mimpi yang bisa dikendalikan. Namun, seiring semakin banyak orang yang tenggelam dalam dunia mimpi virtual ini, muncul krisis yang tidak terduga. Realitas dan mimpi mulai bercampur, dan batas antara keduanya menjadi semakin kabur. Tokoh utama mulai menyadari bahwa teknologi ini tidak hanya membawa kebahagiaan, tetapi juga menimbulkan konsekuensi serius yang mengancam kestabilan masyarakat. Konflik internal muncul ketika ia harus memilih antara melindungi inovasi yang ia ciptakan atau menghentikan penyebaran mimpi virtual demi kebaikan bersama. Dinamika hubungan dengan rekan kerja dan pengguna "Good Dreams" semakin kompleks, memperlihatkan sisi gelap dari ketergantungan manusia pada teknologi. Dengan taruhan yang semakin tinggi, termasuk risiko kesehatan mental dan sosial yang meluas, cerita ini menggali pertanyaan mendalam tentang batas antara kenyataan dan ilusi serta dampak teknologi terhadap kehidupan manusia. "Per Aspera Ad Astra" mengajak penonton untuk merenungkan bagaimana mimpi bisa menjadi pedang bermata dua, dan apa artinya berjuang untuk menemukan makna sejati di tengah dunia yang penuh dengan kebohongan dan harapan palsu.