Alger: Rue Bab-Azoun adalah sebuah dokumenter yang membawa penonton menyelami kehidupan di Manhattan pasca-apokaliptik, sebuah kota yang telah lama terputus dari daratan utama. Dalam perjalanan mereka, Maggie dan Negan menjadi pusat narasi, berusaha memahami dan menavigasi lingkungan yang kini dipenuhi oleh sosok-sosok yang telah lama meninggal serta penduduk baru yang menjadikan New York City sebagai dunia mereka sendiri. Dokumenter ini mengajak penonton untuk melihat sisi lain dari kota yang tidak pernah tidur, yang kini berubah menjadi tempat dengan aturan dan tantangan baru. Konflik utama dalam dokumenter ini berpusat pada perjuangan Maggie dan Negan dalam beradaptasi dan bertahan hidup di tengah kondisi yang ekstrem. Mereka harus menghadapi bukan hanya ancaman dari makhluk yang telah meninggal, tetapi juga dinamika sosial dan budaya yang berkembang di antara para penghuni baru kota tersebut. Ketegangan antara kelompok-kelompok yang berbeda serta upaya mempertahankan kemanusiaan di tengah kehancuran menjadi fokus utama yang menggerakkan cerita. Selain itu, hubungan antara Maggie dan Negan memberikan dimensi emosional yang mendalam, menggambarkan bagaimana kerja sama dan kepercayaan menjadi kunci dalam menghadapi ketidakpastian. Taruhan cerita semakin tinggi ketika mereka menyadari bahwa kelangsungan hidup mereka bergantung pada kemampuan untuk memahami dan beradaptasi dengan dunia baru yang penuh bahaya ini. Dokumenter ini tidak hanya menyajikan visual yang menggugah, tetapi juga mengajak penonton merenungkan tentang ketahanan manusia dan makna rumah dalam situasi yang paling sulit sekalipun.